Rabu, 03 April 2013

Apakah Kamu Pernah?

Jawablah pertanyaan dibawah dengan jujur! ( Isi di kotak komentar ya ! )
1. Apakah kamu pernah meninggalkan Sholat?
2. Apa kamu pernah diam diam minum air saat puasa?
3. Pernahkah kamu memberi uang kepada pengemis?
4. Apa kamu pernah mencontek?
5. Apa kamu pernah berkata kotor?

Sabtu, 23 Maret 2013

Kisah Al Qur’an : Banjir Kaum Saba

Kisah tentang banjir, beberapa kali disebutkan di dalam Alquran. Mulai dari banjir di zaman Nabi Nuh AS, hingga banjir besar yang menimpa kaum Saba. Dalam Alquran disebutkan, banjir dan berbagai musibah yang dialami umat manusia disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia sendiri. Mereka bukan melestarikan, melainkan merusak lingkungan.

Salah satunya adalah kisah tentang banjir besar yang dialami kaum Saba. Lihat Alquran surah Saba [34]: 15-17. Dalam ayat tersebut, Allah menceritakan bahwa penyebab utama musibah dan banjir yang dialami kaum Saba itu adalah rusaknya lingkungan akibat pelanggaran yang mereka lakukan.

Berawal dari pelanggaran ajaran agama, yang kemudian merembet pada persoalan lain, sehingga merusak lingkungan. Seperti, melanggar peraturan izin mendirikan bangunan (IMB), melakukan pencemaran dengan membuang limbah dan sampah sembarangan, dan pembalakan hutan secara liar.

Saba awalnya adalah negeri yang penuh keadilan dan kesejahteraan. Namun, negeri itu berubah menjadi rusak akibat ulah penduduknya. Allah telah menciptakan alam ini dengan ukuran dan karakteristik tertentu. (QS al-Qamar [54]: 49). Manusia diperintahkan untuk menjaganya demi kehidupan yang baik, aman dan damai bagi seluruh makhluk hidup. (QS al-Furqan [25]: 2).

Lingkungan alam akan selalu seimbang bila tidak ada unsur perusakan oleh manusia. Keseimbangan alam akan terjaga bila semua unsur dan faktor lingkungan terpelihara dengan baik. “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran.” (QS al-Hijr [15]: 19).

Ayat ini menegaskan bahwa gunung-gunung dan laut diciptakan untuk menjaga keseimbangan Bumi. Tumbuh-tumbuhan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Berbagai macam tumbuhan diciptakan sesuai dengan keseimbangan lingkungan.

Pencemaran adalah suatu bentuk kejahatan yang dilakukan manusia akibat perusakan terhadap keseimbangan sistem ekologi. Kerusakan di bumi akibat tangan manusia dan pelanggaran hak-hak manusia seperti pembunuhan, kezaliman, penganiayaan, dan pencemaran. (QS al-A’raf [7]: 85).

Untuk itulah kita wajib mengajak dan memelopori umat untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah dan menggerakkan umat untuk memelihara lingkungan.
Pertama, menjaga kebersihan dan menghindari pencemaran lingkungan.
Kedua, menggalakkan penanaman pohon dan tidak membiarkan lahan tanpa tanaman.
Ketiga, memelopori penghematan dalam penggunaan energi, air, dan BBM.
Keempat, membudayakan pembuatan biopori dan sumur resapan di semua kalangan masyarakat.

Ketika kita bersama-sama memelihara lingkungan maka akan tercipta lingkungan yang sehat dan aman. Dengan demikian, maka berbagai pencemaran lingkungan, banjir, tanah longsor, dan berbagai bencana lainnya, akan mudah teratasi. Itulah salah satu dari tujuan penciptaan manusia, yakni melestarikan dan mengelola alam ini dengan sebaik-baiknya

Sumber REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH Achmad Satori Ismail

Apa yang kamu lakukan?

 Isilah di kotak komentar pertanyaan refleksi dibawah dengan jujur ya!
1. Kamu melihat temanmu jatuh dari sepeda sehingga temanmu itu tidak bisa bergerak. Tapi, sebentar lagi sholat di Mesjid dimulai. Apa yang kamu lakukan?

2. Kamu melihat kakek yang sedang mengaji. Tapi, kakek itu masih IQRO III sehingga temanmu mengejek kakek itu. Apa yang kamu lakukan?

3. Kamu diancam temanmu untuk memberikan jawaban saat ujian atau kamu akan dipukul di perjalanan pulang. Apa yang kamu Lakukan?

Cara Melunasi Hutang Cara Islam


Assalamualaikum... Apakah Anda sedang mengalami salah satu kondisi di bawah ini atau bahkan lebih dari satu kondisi? Sedang berutang untuk membeli barang kebutuhan? Tidur tidak nyenyak karena dikejar hutang? Makan tidak nafsu karena selalu dibayangi hutang? Jadi raja utang? Sedang memegangi kepala karena hutang bertambah banyak? Merasa hutang sepertinya tidak akan pernah terlunasi? Dikejar kejar Debt Collector tiap hari tiap waktu? Sertifikat rumah tidak bisa ditebus bahkan sedang diambang lelang? Punya bisnis besar tapi hutang juga besar? Punya satu hutang dibayar dengan hutang lain? Tambah tua tambah berhutang? Handphone terpaksa dimatikan karena takut ditagih? Merasa enggan beraktivitas karena terlalu berat mikir hutang? Wahai saudaraku kaum muslimin dan muslimah, ketauhilah hidup manusia memang penuh cobaan, jalan terjal penuh berliku yang terkadang menjadikan kita berputus asa, termasuk urusan rezeki. Bisnis yang dulu berjaya tiba-tiba merugi, hutang menumpuk dimana-mana dan sebagainya.Padahal kita merasa sudah berupaya semaksimal mungkin mengatasinya, namun tetap saja belum membuahkan hasil. Hal utama yang perlu dan patut kita renungkan adalah dengan introspeksi yaitu dengan sebuah pertanyaan sejauh mana usaha kita tersebut? Usaha manusia mencakup dua dimensi, yaitu lahiriah dan batiniah. Biasanya usaha batiniah yang sering kita lupakan. Ujung-ujungnya ketika kita menghadapi kendala dalam usaha, kita langsung memvonis bahwa Tuhan tidak adil. Padahal, Dia selalu menolong hamba-Nya, namun kita sendiri yang tidak mau meminta pertolongan-Nya. Saya akan memberikan cara bagaimana hutang-hutang anda segera terlunasi dengan cara Islam, yaitu dengan doa-doa yang berasal dari sumber yang dapat "dipertanggungjawabkan". Artinya isi kandungan dari doa-doa kita tidaklah bertentangan dengan syariat Islam. Salah satu contoh cerita yang sangat termasyur. Dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a. diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW memasuki masjid. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang sudah duduk lama di dalam masjid, pemuda itu bernama Abu Umamah. Rasulullah SAW bertanya kepadanya : "Wahai Abu Umamah, mengapa aku melihatmu duduk di masjid pada waktu-waktu di luar shalat?" Abu Umamah menjawab, "Aku sedang dilanda kesusahan dan dililit hutang-hutang wahai Rasulullah." Rasulullah kemudian bersabda kepadanya, "Ketauhilah aku akan mengajarkan kepadamu ucapan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah SWT akan menyingkirkan kesedihan dan membayarkan hutang-hutangmu. Ucapkanlah pada waktu pagi dan sore." اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ "Allahumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani wa a'udzubika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzubika minal jubni wal bukhli wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali" "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia." Kata Abu Umamah radhiyallahu 'anhu: "Setelah membaca do'a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas semua hutangku." (HR Abu Dawud 4/353) Doa ampuh yang diajarkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam kepada Abu Umamah radhiyallahu ’anhu merupakan doa untuk mengatasi problem hutang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah ta’aala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit hutang. Nah, saudaraku saya akan berbagi ilmu dengan Anda karena apa yang saya alami dulunya juga terlilit hutang, rasanya sangat menyesakkan dada, putus asa dan tidak berdaya menghadapi penagih hutang. Tapi kehidupan saya berubah sejak saya merenung, menyadari dan bertobat. Saya dekatkan diri kepada Sang Penguasa Jagat Raya. Hanya kepada Allah lah tempat yang paling pantas jika kita sudah mentok berupaya. Lewat doa-doa dan amalan-amalan yang sesuai syariat Islam maka sedikit demi sedikit hutang saya sudah dibayarkan Allah. Alhamdulillah.... Saudaraku yang sekarang masih terlilit hutang, pernahkah kalian menyadari sebelum terlambat bahwa cara -cara yang saya lakukan adalah mudah dan tanpa melakukan ritual yang menyimpang dari ajaran Islam. Hanyalah dibutuhkan kesabaran dan keuletan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dulu tidak pernah dekat, maka cobalah sedekat mungkin bersujud sambil menangis di hadapan Sang Pencipta bahwa mulai sekarang juga anda mengakui semua kesalahan, kesombongan, keserakahan, kedholiman Anda jualah yang menyebabkannya baik dilakukan secara sadar maupun khilaf. Bersihkan hati Anda dulu, Rasakan bahwa Allah akan datang menolong Anda dan yakinlah begitu! SEPULUH JURUS AMPUH UNTUK MEMBUKA PINTU REJEKI Salah satu kunci untuk membuka pintu rejeki adalah dengan jalan sedekah. Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk selalu peduli dan menolong orang lain. Bagi mereka, perintah sedekah merupakan berkah dan rahmat karena merupakan sarana yang sangat hebat untuk menaklukkan sifat egois dan sifat kikir yang bersarang dalam dirinya. Bukan hanya itu, ternyata sedekah juga merupakan salah satu sebab diturunkannya rejeki dari Allah SWT. Begitulah kiranya hukum yang berlaku dibalik sedekah. Kalau begitu, jika kita ingin selamat dan kaya maka otomatis kita harus yakin dan tidak perlu ragu terhadap kedasyatan sedekah ini. Yaitu, kita senantiasa bersedekah kapan pun dan dimana pun sesuai dengan kemampuan. Rasulullah SAW berpesan kepada kita. "Hendaklah kalian mempercepat datangnya rejeki dengan sedekah." (H.R. Abu Dawud). Allah SWT berfirman, " Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah : 261) Itulah salah satu jurus ampuh yang saya lakukan untuk mempercepat pelunasan hutang-hutang saya. Melalui blog ini tidaklah akan muat semua apa yang saya kerjakan sehingga Allah SWT dengan cepat membantu saya, Ingat saudaraku bahwa yang membantu adalah Allah langsung bukan manusia! maka apa yang harus kita lakukan pada awal-awalnya adalah sangat penting dan mendasar. Bagaimana agar Allah akan dekat ke kita dan semua doa-doa kita terkabul. Jurus-jurus lengkap sudah saya tulis dalam sebuah ebook komplit dan detail dilengkapi dengan doa-doa ajaran Rasulullah dan dalil-dalilnya. Untuk itu persilahkan untuk mengurangi sifat kikir anda dengan bersedekah melalui yayasan Miftakhul Janah. Sebuah yayasan penyalur infaq dan sedekah kepada anak-anak yatim piatu dan anak-anak santri di ponpes-ponpes. Silahkan untuk bersedekah dengan mengganti pembuatan penulisan ebook Cara Cepat Mengatasi Hutang Bertumpuk Ala Islam sebesar Rp 75.000,- saja terlebih dahulu dengan cara transfer ke rekening kami : BCA No Ac : 2465124782. An Yayasan Miftakhul Janah Mandiri No Ac : 1360007836601. An Yayasan Miftakhul Janah Konfirmasi setelah sedekah bisa anda lakukan melalui email kami : mitafisip@gmail.com Dengan begitu anda berhak mendapat keuntungan yang sangat dahsyat, apa yang akan didapat setelah bersedekah melalui kami? selanjutnya kami akan berkomitmen : Mendapat Ebook Cara Cepat Mengatasi Hutang Bertumpuk Ala Islam senilai Rp 150.000,- Mendapat panduan lengkap amalan-amalan pembuka rejeki Mendapat 10 jurus ampuh untuk mempercepat datangnya rejeki, selain jurus sedekah Mendapat doa-doa rejeki Selalu disebut dalam doa-doa anak-anak yatim dan para santri, dengan begitu Anda akan selalu dalam perhatian Allah karena doa anak-anak yatim selalu dikabulkan dengan Allah Jaminan bahwa dengan ketekunan dan keyakinan melakukan semua amalan, Anda dapat melunasi semua hutang-hutang walaupun sebesar gunung emas pun! Tidur dijamin nyenyak kembali Demikian apa yang saya sampaikan semoga berguna bagi saudara-saudara kita yang sampai detik ini hidupnya selalu dikejar hutang. Dan saudara-saudara muslim kita yang sebentar lagi akan mengalami perubahan besar ke arah yang lebih baik dalam kehidupannya. Amiin. Wassalam...

Bahaya Pransangka!

Prasangka, terlebih prasangka buruk, merupakan perbuatan yang sangat dikecam oleh Islam. Prasangka tidak sedikitpun mendatangkan kebaikan. Dalam Surat Yunus (10) ayat 36. Allah SWT berfirman, “Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apapun.”



          Firman serupa ditegaskan kembali dalam Surat An Najm (53) ayat 28. Kemudian dalam surat Alhujurat (49): 12, Allah SWT juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah memperbanyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa. “Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW menegaskan, “Takutlah kalian berprasangka, karena ia merupakan sedusta-dusta perkataan.”



          Dengan demikian jelas, prasangka merupakan perbuatan yang berbanding lurus dengan itsm (dosa) dalam pandangan Allah SWT dan akdzab al hadits (sedusta-dusta perkataan) dalam pandangan Rasulullah SAW. Karenanya, prasangka sedapat mungkin harus dihindari, dan hanya orang-orang yang beriman yang bisa melakukannya.



          Dalam mengelaborasi pengertian prasangka, Imam Sufyan Ats Tsauri menyakan, prasangka itu ada dua jenis. Prasangka yang mendatangkan dosa dan prasangka yang tidak mendatangkan dosa. Yang pertama dilakukanoleh orang yang berprasangka dengan menampakkannya melalui ucapan. Yang kedua dilakukan oleh orang yang hanya berprasangka dalam hati.



          Prasangka model pertamalah yang dinilai Imam Ats Tsauri berimplikasi dosa. Sedangkan yang kedua tidak. Namun jika dicermati, prasangka model kedua bisa menjadi pembuka jalan terjadinya prasangka model pertama. Dengan ujaran lain, prasangka yang tertumpahkan melalui ucapan itu terjadi karena bermula dari prasangka dalam hati.



          Apalagi memurut banyak riwayat, Allah SWT justru melihat apa yang ada di kedalaman hati hambaNya. Itu artinya, prasangka dalam hati juga tak pernah luput dari pantauan Allah SWT. Hal ini perlu diangkat ke permukaan, karena dalam kondisi bangsa yang serba semrawut ini, s angat mungkin sikap saling berprasangka menjadi lumrah terjadi.



          Kita masih ingat tragedy Al Ifki yang menimpa Siti Aisyah, istri Rasulullah SAW. Karena beliau disangka berselingkuh, masyarakat Madinahpun gempar. Rasulullah SAW tidak berkenan. Gunjingan demi gunjingan berhamburan di tiap sudut kota. Ketegangan pun terjadi dimana-mana. Kedamaian hilang. Padahal, berita perselingkuhan itu hanya dusta yang sengaja disebar orang munafik. Untuk itu, menghindari prasangka sangat ditekankan dalam Islam.

Nurul Huda Ma’arif

Keutamaan Puasa Senin Dan Kamis

Nabi Muhammad SAW sangat antusias berpuasa sunnah pada hari Senin dan Kamis dan baginda Rasulullah kerap melakukannya. Kini umat Islam banyak melakukan amalan puasa sunnah Senin dan Kamis . Inilah beberapa keutamaan dan keberkahan berpuasa pada hari Senin dan Kamis:

1. Pintu-pintu surga di buka pada dua hari tersebut, yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.

Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua  hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)

Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda:

“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hambayang di antaradia dan saudaranyaterjadi permusuhan…” (HR. Muslim)

Karena itu, selayaknya bagi seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari memusuhi saudaranya sesame Muslim, atau memutuskan hubungan dengannya, ataupun tidak memperdulikannya dan sifat-sifat tercela lainnya, sehingga kebaikan yang besar dari Allah Ta’ala ini tidak luput darinya.

2. Keutamaan hari Senin dan Kamis yang lainnya, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias berpuasa padakedua hari ini.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan,

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin danKamis”. (HR. Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, makaaku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkanaku dalam keadaan berpuasa.”(HR. At Tirmidzi dan lainnya)

Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwaRasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,

“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim)

Ash-Shan’ani rahimahullah berkata, “Tidak ada kontradiksi antara dua alasan tersebut.” (Lihat Subulus Salam)

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka di sunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwu’ (sunnah).

3. Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam terjadi pada hari Kamis ini.

Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari bahwa Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan:

“Sangat jarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.”

Dalam riwayat lain juga dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu:

“Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk,dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR.Bukhori)

Semoga kita  diberi kemauan dan kemampuan untuk puasa sunnah senin dan kamis karena ittiba kepada Rasulullah SAW dan semoga kita diberi keberkahan dari amal-amal yang telah dilakukan serta mendapat ampunan Allah .

Senyum Seorang Muslim

SenyumSaudaraku mengapa kutulis tentang senyum pagi ini, karena manusia saat ini mengalami era stress, gampang marah, penuh curiga, nafsi-nafsi, dan semua bersifat duniawi. Senyum tuluspun jadi langka, memang beragam senyum itu, ada senyum politik, senyum komersial, senyum godaan dan sebagainya.

Sangat berbeda senyum orang mukmin itu, karena berangkat dari hati yang tulus, salam, bahagia, cinta karena Allah, doa, dakwah dan itu sangat terasa, “allughoh adzdzauqoh” bahasa itu rasa, dan wajah adalah bahasa hati.

Betapa senangnya kutebar senyum pada siapapun walaupun berbeda keyakinan, kepada yang cuek sekalipun, karena senyum bukan mengharap balasan pujian dan balasan senyum, tetapi senyumku karena “I’m muslim” (QS 3 :64)

Insya Allah, sahabatkupun merasakan senyumku saat aku menulis ini walau kalian hanya membaca coretanku ini, dan semoga kalianpun ikut senyum membaca ini, itu membuktikan bahasa itu rasa, sahabatku.

Sumber ROL